Indeks Ketahanan Daerah (IKD) adalah alat ukur untuk menilai kapasitas suatu wilayah (kabupaten/kota atau provinsi) dalam menghadapi dan menanggulangi bencana, fokus pada kesiapan daerah tersebut dalam mitigasi, adaptasi, meminimalkan dampak, dan pemulihan pascabencana, bukan besarnya ancaman bencana itu sendiri. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menggunakan IKD dengan 71 indikator untuk mengukur resiliensi daerah dan menjadi dasar penyusunan strategi pengurangan risiko bencana
Dari 2020 ke 2025: naik 65,8% (0,38 → 0,63 Angka).
| Tahun | Nilai (Angka) | Δ vs tahun sebelumnya |
|---|---|---|
| 2025 | 0,63 | ▲ 1,6% |
| 2024 | 0,62 | ▲ 24% |
| 2023 | 0,5 | ▲ 13,6% |
| 2022 | 0,44 | ▲ 15,8% |
| 2021 | 0,38 | 0% |
| 2020 | 0,38 | — |
Sumber: Portal Satu Data Ngawi · data dikumpulkan otomatis dari satudata.ngawikab.go.id · sinkron terakhir: 22 Agustus 2026.